Posted by dyanee on Jan 24, '08 3:39 AM for everyone
Category:
Books
Genre:
Literature & Fiction
Author:
Yasunari Kawabata
penerbit: Jalasutra, September 2003
Kisah diawali dengan keberangkatan Oki Toshio menuju Kyoto dengan alasan untuk mendengar langsung dentang lonceng sebuah kuil kuno pada malam tahun baru. Sementara ingatannya terus kembali pada seorang perempuan yang sudah sekian tahun tak ditemuinya. Saat ini perempuan tersebut menjalani hidup di sebuah tempat di Kyoto. Kenangan-kenangan itu mengaburkan alasan yang sebelumnya dia yakini. Apakah sebenarnya dia pergi ke Kyoto dengan alasan utama untuk menemui sang kekasih gelap atau sekedar akan puas hanya mendengar dentang lonceng itu? Kebimbangan yang menguasai akhirnya dimenangkan oleh alasan romantisnya. Pertemuan keduanya sangat kental tradisi Jepang yang menampilkan perempuan-perempuan santun tergambar dengan cantik. Latar-latar kejadian terangkum jelas sehingga membawa kita seolah terlibat dalam cerita dan paham alur. Diantara gambar-gambar realita yang dialami tokoh saat itu, Kawabata berhasil memunculkan kenangan yang hilir mudik tanpa membuat kisah ini rancu dan membingungkan. Justru tergalinya masa lalu memberikan cerita yang lengkap dan runtut. Melalui novel ini terpapar jelas bagaimana seorang perempuan merasakan, mengalami dan bertahan menghadapi cinta yang betul-betul indah sekaligus sedih, berbunga-bunga sekaligus rumit. Kawabata menampilkan kisah sebuah perselingkuhan secara tidak umum. Tanpa berusaha mengadili siapa yang menang atau kalah tapi justru nampak disana sisi murni dari sebuah hubungan yang dianggap tak layak itu. Cinta memberikan arti yang sangat dalam untuk masing-masing tokoh. Betapa terkadang cinta dapat berkolaborasi dengan marah, benci, dendam dan obsesi. Cerita Keiko; murid sekaligus pasangan lesbian Otoko Ueno, sang perempuan idaman lain; yang memiliki obsesi untuk membalaskan dendam Otoko demi cintanya pada sang guru. Kisah yang cukup ganjil apalagi ditambah dengan caranya yang bisa mendirikan bulu roma, Keiko bertekad untuk menakhlukkan Oki dan Taichiro (anak lelakinya) dengan sikapnya yang polos dan nekat. Otoko sendiri karena kenangan cintanya pada Oki tak pernah padam, ia berusaha keras untuk mencegah kenekatan Keiko. Akhir yang menekan rasa cukup menjadi klimaks yang patut dialami oleh pembaca. Novel ini sangat layak didedikasikan untuk para perempuan yang selalu tegar menghadapi kehidupan. Juga para lelaki yang bisa jadi menemui atau bahkan mengalami keadaan seperti ini. Karena novel cinta ini menggambarkan dengan cukup jelas sikap seorang lelaki saat harus menghadapi hidupnya dan berbagai pilihan yang perlu diambilnya!