Mengapa aku berada disini saat ini??
Jika kuingat sejarah dan hidup yang sudah kualami selama 32 tahun ke belakang… aku dipenuhi rasa malu sekaligus bangga, sedih dan suka, bahagia dan nestapa… Mengapa aku merasakan semua itu?? Mungkin karena aku memang manusia biasa yang sangat wajar merasakan segala rasa. Namun aku akan membuatnya istimewa. Mengapa? Karena, hanya aku yang mengalami semua keadaan lalu, tak mungkin seorang lain mengalami hal yang sama denganku. Aku mungkin bukan orang yang istimewa diantara banyak orang yang aku kenal. Tapi aku sangat istimewa untukku sendiri. Mengapa? Karena aku berulangkali berhasil memenangkan pergulatan di dalam diriku sendiri, aku berhasil meraih apa yang aku harapkan, aku berhasil memberikan manfaat untuk orang lain. Aku berhasil membuat diriku berdiri tegak diatas kekuatanku sendiri. Aku menjadi orang yang merdeka, mampu dan mau membuat segala keputusan untuk diriku sendiri, mau dan mampu menetapkan pilihan lalu mampu dan sanggup menerima segala timbal baliknya. Begitu exist nya kah diriku ini? Begitu narsis dan bangga dirinyakah aku ini? TIDAK… Aku sanggup menegakkan rumah jiwaku karena banyak sekali interaksi tak terhitung yang sudah aku lakukan dan aku alami. Kualami dengan bersentuhan hati, berpegang tangan, bertabrakan dengan manusia lain di sekelilingku. Kulakukan segala sesuatu yang memang perlu dan diharuskan perlu untuk diriku melalui berbagai peristiwa yang membuatku jatuh bangun dan jatuh lagi. Babak belur dan berdarah-darah. Tak apa… aku masih sanggup sampai kapanpun berdiri tegak mempertahankan benteng diriku dengan lindungan dan restuNya. Bukan… aku bukan membangun benteng untuk melindungi dan menutupi diriku dari kerasnya perang di dunia nyata. Namun…aku menegakkan benteng ini untuk menguatkanku juga menyimpan amunisi dan logistik yang aku perlukan untuk menuntaskan semua peperanganku sampai suatu saat nanti sang Komandan meneriakkan MUNDURRR… dan memerintahkanku berlindung dalam bunker yang sejuk dan tenang berselimut kafan!