Posted by dyanee on Jan 10, '08 1:10 AM for everyone

Aku adalah seseorang yang selalu merasa bisa berhubungan dengan siapapun dan tak pernah bermasalah memulai suatu hubungan. Aku dibesarkan oleh sebuah keluarga yag sangat menghargai setiap elemen keluarganya untuk menjadi diri pribadi yag dipilihnya. Bapakku adalah seorang pendidik yang sangat humble dan sederhana… beliau memiliki jiwa yang sangat luas dan mampu memberikan suntikan protein jiwa untuk anak-anaknya yang mau mendengarnya….

Aku akan selalu mengenang saat-saat aku dan dia berdiskusi berdua, berargumentasi dan berdebat tentang segala sesuatu yang terjadi.. ya memang aku yang sanggup mengimbangi bapak untuk ngobrol panjang dari isu, mitos dan lelucon keluarga sampai politik yang sedang hidup saat itu. Aku adalah anak bungsu bapak dan ibu, aku paling dekat dengan mereka karena paling lama berada di rumah sementara kakak-kakakku sudah besar dan menyebar ke berbagai kota utuk mengejar hidup mereka seperti yang dibekali bapak dan ibu…

Aku akan sangat menunggu bapak pulang dari kantor… jam 3 sore bapak akan sudah datang mengendarai honda 70 warna hijaunya. Kusambut dengan gembira dari teras yang sejak tadi menemaniku duduk menunggu di kursi pentil yang sudah mulai usang. Melihat bapak masuk gerbang pager aku langsung loncat dan menyongsongnya ke bawah pohon blimbing tempat bapak akan markir motor tersayang.

Tanpa preambel aku akan langsung nyerocos tentang apa saja dan minta perhatian penuh bapak. Tak kuhirau gerutuan ibu yang minta aku tunggu dulu bapak mau istirahat dulu… makan dulu… ganti baju dan sebagainya… di otakku saat itu aku tak peduli toh aku bisa ikutin bapak selama melakukan itu semua…sampai bapak akan duduk menemaniku di kursi teras dan ngobrol sampai petang. Lalu ibu akan memanggil kami untuk makan malam. Tanpa menghentikan obrolan dan argumentasi yang seru kami akan makan malam. Seringkali ibu sampai terabaikan saking serunya debat antara kami. Ibu akan bilang ’sudah to… makan dulu… nanti ngobrol lagi.. bapak sih.. diladeni saja omongannya si genduk…’. Bapak dengan lembut akan tersenyum dan tertawa kecil pada ibu..mengharap maklum. Kami baru akan berhenti ngobrol ketika aku harus belajar. Ibu yang akan bantu aku belajar. Bapak akan mengerjakan juga tugas-tugas kantor atau membaca buku… Demokrasi dan buku menjadi hidupku saat itu… Hingga aku mati aku akan selalu mengingat masa indah itu.. Masa-masa aku menunggu di teras dengan harap-harap cemas bapak datang membawa tumpukan buku cerita untukku. Sampai ketika suatu hari aku tetap duduk menunggu dan jam 3 sore baru berlalu ketika kusadari bapak sudah pergi meninggalkan aku selamanya kemarin.


nunee wrote on Mar 3
Sesuatu akan terasa sangat berharga justru ketika ia sudah pergi. I miss my father too
jengdyanee wrote on Mar 4
iya nun....kalo orang lain disebut anak mami... gw adalah anak bapak...hehehe...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help