Posted by dyanee on May 15, '08 3:49 AM for everyone

Sudah beberapa lama aku tidak menelpon ibuku. Ya, alasannya ada beberapa, 1. Aku tidak mau beliau bertanya-tanya tentang kondisiku sekarang, bukan apa-apa, setelahnya pasti beliau kepikiran dan mengganggu kesehatannya. 2. Aku merasa belum mampu menghaturkan kabar menyenangkan untuk ibu setelah banyak kejadian yang aku alami, apalagi beliau memang sedang banyak yang dipikirkan setelah masku ditinggal istrinya yang meninggal 3 bulan lalu karena sakit. Jadi sekarang beliau fokus merawat kedua cucunya yang piatu di bantu oleh mbakyuku yang pertama.

Makanya inginku, aku menelepon beliau nanti ketika ada sesuatu yang cukup membahagiakan hati sepuhnya dan menenangkannya bahwa anak perempuan bungsu yang hidup merantau ini sudah cukup membaik keadaannya. Tapi aku kangen sekali padanya...

Jadilah siang kemarin aku menelepon beliau. Seperti biasa kami bercerita tentang isu-isu aktual dalam keluarga dan seputar kita. Lalu, seperti biasa pula, beliau menanyakan perkembangan kasus yang sedang kualami. Yang kujawab seada-adanya, karena aku memang tidak pernah bisa berbohong pada ibuku, bahkan white lie sekalipun. Dalam salah satu tanggapan beliau atas kisahku ini, beliau menyampaikan "Yo pancen apike ngono, la wong awakmu kuwi keras wateke, opo yo iso ngumpuli bulikmu?" (ya sudah memang sebaiknya begitu, kamu kan keras kepala, memang bisa kamu hidup bersama tantemu? *pen). Hatiku mencelos mendengarnya, bukan karena fakta kekerasa-kepalaanku, tapi lebih karena ini adalah pernyataan ibuku. Perempuan yang melahirkan dan tahu betul aku. Entahlah, aku jadi merasa kecil sekali dengan apa yang sudah aku lakukan selama ini. Ketika aku banyak sekali mengalah, mengadukan kesabaran dan kekerasan kemauan untuk menyelesaikan semua konflik yang kualami.

Maafkan aku ibu, aku belum cukup pandai mengolah rasaku, aku belum cukup pandai untuk menjadi perempuan lembut yang penuh kesabaran. Tapi aku bangga menjadi putrimu, yang kau tulari kegigihan dan kekuatan hati untuk mandiri.


agripzzz wrote on May 15
Masih banyak kesempatan kok! Jadilah ibu yang baik seperti menaikkan uang jajan anaknya...
jengdyanee wrote on May 15
weeeeh...dasar ya... a lin..untung di sekolah dani forbidden tukang jajan ... hehehe..jadi ga ada alasan untuk naikin uang jajan. yes!! maksih lin...
allyamnoor wrote on May 15
Yang sabar ya Jeng...
*ga tau mo bilang apa...*
fitrahanugrah wrote on May 15
yo syukur jek eling ibune, meski wis adoh.....?..yok opo-yok opo ibu yg melahirkan n membesarkan kita meski dalam keadaan bagaimanapun tetap ibu kita. Mungkin butuh kreativitas dalam pendekatan ke ibu....
nunee wrote on May 16
Kangen ya ma Ibu, Mbak? Hayooooooo mudik, trus cerita the most recent news lah......yang bikin kau happy itu. Biar Beliau bisa melihat senyummu :-))
jengdyanee wrote on May 16
Yang sabar ya Jeng...
*ga tau mo bilang apa...*
nggih mbak lia... soale aku sama ibu sama-sama keras kepala mbak.. jadi ya gitu deh...hehehe...
jengdyanee wrote on May 16
yo syukur jek eling ibune, meski wis adoh.....?..yok opo-yok opo ibu yg melahirkan n membesarkan kita meski dalam keadaan bagaimanapun tetap ibu kita. Mungkin butuh kreativitas dalam pendekatan ke ibu....
hix...iya mas... makasih ya.....
jengdyanee wrote on May 16
nunee said
trus cerita the most recent news lah......yang bikin kau happy itu
haduh....gw masih ngeri nun....hix...lu tau ndiri kan gmana gw..?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help