Pagi-pagi, 7 Mei 2008
Seperti biasa aku dan Dani berangkat bareng dari rumah naik motor. Dani mau sekolah dan aku mau kerja. Setiap pagi kami lewat jalan pintas dari komplek perumahan kami dan masuk ke gang-gang kecil sampai tembus lagi ke jalan raya. Di salah satu tikungan jalan yang kita lewati, ada seorang satpam berseragam yang menjaga salah satu gerbang komplek perumahan sedang mengatur lalu lintas mobil yang keluar masuk area tersebut.
Spontan Dani berkomentar "Bu, itu pak polisi..."
Aku sepintas bermaksud menjelaskan tapi kutahan dulu dan hanya bilang, "Wah, iya ya Dan, kayak pak polisi ya."
Hampir sampai di jalan raya, biasanya di perempatan jalan itu ada polantas yang sedang bertugas.
"Dan, ada pak polisi ga ya di depan?"
Dani menjawab antusias, "Mana Bu? Ada ya? Mana pak polisinya?"
"Coba nanti Dani lihat ya...yang bajunya warna coklat..."
Ternyata perempatan itu tidak dijaga polantas pagi ini. Beberapa perempatan kami lalui dan tak satupun ada polisi yang biasa bertugas disana.
"Wah pak polisinya ga ada ya Dan? Coba, nanti yang dekat sekolah Dani pasti ada."
"Iya ya Bu...eh itu polisi Bu..."
"Waduh yang itu pak satpam juga dan, lihat deh..bajunya warna putih dan biru, kalo pak polisi bajunya warna coklat." Usahaku menjelaskan pada Dani, entahlah, yang terlintas di kepalaku saat itu warna seragam mereka yang berbeda.
Tak berapa lama ada angkot jurusan Ciwastra-Cicaheum melintas mendahului motor kami.
"Ibuu...itu polisi yah?" tunjuk Dani spontan kearah angkot 09 yang memang berwarna coklat tersebut.
Gubraaaak...aku hampir ngakak mendengar komentar polosnya...
Aku menjawab singkat, "Yaaah..itu mah angkot kan Mas?"
Kami tertawa terkekeh-kekeh sepanjang perjalanan...