Posted by dyanee on Feb 8, '08 5:19 AM for everyone

Ketika aku merasakan sesuatu terhadap seseorang, apa sih yang sebenarnya dirasakan oleh orang tersebut dalam rangka merespon kita? Entah itu terlahirkan, tersirat ataupun tersurat. Entah, aku penasaran saja dengan apa yang berkecamuk di dalam rasa orang lain. Misalnya, jika ada dua orang yang sedang bertukar bicara, orang pertama akan mengatakan apa yang ingin disampaikan, jujur atau tidak ga masalah. Orang kedua akan merespon dengan didasari perasaan yang dia miliki terhadap apa yang disampaikan oleh orang pertama. Nah, apa nih yang dirasakan oleh orang kedua ini merespon apa yang disampaikan orang pertama? Hah, bingung kan yang baca ini??? Coba kasih saran padaku... Soalnya, kalo diamati, orang kedua ini bisa mengeluarkan respon yang berbeda dengan apa yang dirasakannya kan?  

sudjanamihardja wrote on Feb 10

jeng,
yang saya perhatikan kita itu TAK selalu menankap apa yang si pembicara kemukakan, yang disampaikan.
kadang kita hanya mentafsirkan apa yang terdengar, kemudian di bumbuhi dengan kemauan kita apa kita mahukan.
nach kadang dalam menafsirkan yang disampaikan kepada kita itu selalau di tambah dengan dasa2 yang ada pada diri kita, yang ada pada kite pengetahuan mengenai dia, si pembicara dan juga apa yang dibicarakannya, tak kurang juga ditambahkan dengan "kira2" apa yang dimaxudkannya.

jadi tambah jauuuuh dari apa sesungguhnya asal apa yang dia bicarakan.
setelah berjam2 berdialog, bahkan bertenkar ternyata yang satu maxudnya lain dengan yang apa yang dipertenkarkan.
dan anehnya kadang atau sering juga terjadi seuasai bertenkar dan berdebat ternyata sesungguhnya maxud dan tujuannya persis.

coba perhatikan.

alhasil, untuk meredakannya hanya satu hal azza sech sesungguhnya: bersanka baik!
husnu-zhan!

sireno wrote on Feb 10
kalo kata temen saya, "jangan buang-buang energi untuk mikirin apa yang orang lain rasain, kalo udah waktunya, dia juga bakal nunjukin apa yang dia rasain. yang penting itu perasaan kamu dan apa yang kamu pengenin, mending pikirin gimana kamu mau nunjukin dan ngedapetinnya."

gitu katanya, mbak :)
jengdyanee wrote on Feb 11
Betul ya Mang, ternyata memang maksud lawan bincang kita susah untuk ditebak ya? Kalo kita lebih peka lagi mungkin ga ya kita bisa menangkap paling tidak sedikiiiiit aja maksud dia? atau ini rahasia Allah yang memang meminta kita untuk lebih benar bersangka baik pada lawan bicara kita ya? Wallahualam...
jengdyanee wrote on Feb 11
Aaahhh yang begini nih Bubu (ato ini reno?), gw sutejo banget... Tapi penasaran boleh kaaannnnn??? hwakakkakkakka....tetteeeeep.....
(mbok ya kalo punya blog itu masing-masing biar lawan bicara ga makin bingung.... huawhahhahha...)
sireno wrote on Feb 11
Lah ... emang punya masing-masing kan? Ini mah Reno lah, bukan Bubu. Account-nya juga beda, sireno sama sibubunder. Jadi sebetulnya kebingungan yang terjadi bukan salah kami :p

Ini satu contoh lagi jadinya. Kebingungan itu sebenarnya tercipta di kepala kita dari hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dibingungkan :D

Jadi mulai sekarang jangan bingung ya, mbak. Yang pake account ini pasti saya, bukan istri saya :)
jengdyanee wrote on Feb 11
hwakakkakkekkekke... oke deh reno.... siaaaap... ya itu toh... aku memang masih suka bingung gitu... maaf..maaf...kapan ya aku ga bingung?? hmh...pusing deh..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help