Jam 3 pagi, 17 Januari 2008
“Ibu…ibu… bangun…”
“Naon de’?”jawabku agak kesal karena baru berani memejamkan mata beberapa lama setelah memberikan obat turun panas jam 12 tadi dan menunggu reaksi obatnya 1 jam kemudian.
“Ibu bangun…”
“Kenapa? Dani mau minum susu? Pipis?”
“Ngga… ini tutup…silau..” katanya, ketika kubuka mata aku melihatnya menutupi muka dengan bantal.
“Kenapa Dan? Badannya panas lagi?”
“Iya…ini dingin…”
Kucium keningnya untuk memastikan suhu badannya naik. Dan, ternyata panas sekali. Ketika kupegang kaki dan tangannya yang dingin dan basah aku langsung panik karena itu bisa membuatnya mendapat serangan step seperti dulu. Dani sendiri mulai pucat dan gemetaran dan sebentar-sebentar tersentak seolah ada yang mengagetkannya. Aku selimuti tubuh mungilnya dengan sarung, selimut tebal, kutumpuk bantal dikakinya dan kuhalangi sekeliling kepalanya dengan bantal dan boneka. Lalu kupeluk dia sambil tanganku mengompres kening dan menggosok kakinya agar kembali hangat. Setiap kali ia tersentak ia akan menangis..
“Ibu… mau Ibu…” dengan wajah takut.
“Jangan takut sayang… ibu disini…” kataku berusaha menenangkan walaupun sebenarnya aku sendiri sudah panik dan sangat ketakutan. Kami hanya berdua di rumah dan aku khawatir dia akan mengalami lagi serangan kejang seperti yang dialaminya tahun lalu. Ya Allah aku bingung sekali, aku ingin tenang tapi disisi lain aku tidak mau menyesal jika terjadi sesuatu dengannya. Ketika kulihat dia semakin tidak nyaman aku tanya Dani,
“De, kita telepon Bude aja?”
“Iya…” katanya lemah.
Akhirnya kutelepon Budenya yang kebetulan tinggal satu kompleks dengan kami. Kami dijemput sekitar 15 menit kemudian.
Dani memang anak yang sangat istimewa buatku. Dia lahir diliputi tanda kekuasaan Allah. berbagai kelainan sudah dia alami ketika berada dalam rengkuhan rahimku. Dia dipaksa untuk lahir pada usia kandungan 7 bulan 2 minggu dengan ultimatum dari dokter yang menangani kehamilanku. Sebuah diagnosa yang menghabiskan seluruh harapan dan do’a kami. Harapan hidup janinku diluar kandungan adalah 0%.